Langsung ke konten utama

SERAGAM PRAMUKA PENGGALANG

ImagePakaian Seragam Harian, adalah pakaian yang dikenakan oleh semua anggota Gerakan Pramuka pada waktu melakukan kegiatan kepramukaan harian. Pakaian seragam harian juga digunakan pada waktu mengikuti upacara.
Pakaian Seragam Harian Pramuka Penggalang.


1) Tutup kepala:
a) berbentuk baret berwarna coklat tua.
b) dikenakan dengan tepi mendatar, bagian atasnya ditarik miring ke kanan
c) tanda topi terletak di sebelah kiri.
2) Baju pramuka/kemeja:
a) dibuat dari bahan berwarna coklat muda
b) berbentuk kemeja lengan pendek
c) kerah baju model kerah dasi
d) memakai lidah bahu
e) diberi buah baju (kancing)
f) memakai dua saku di dada kiri dan kanan
g) tengah saku diberi lipatan
h) memakai tutup saku
i) dikenakan di dalam celana
3) Celana pramuka:
a) dibuat dari bahan berwarna coklat tua
b) berbentuk celana pendek sebatas lutut
c) memakai dua saku samping kiri dan kanan serta dua saku dibagian belakang dengan memakai tutup dan buah baju (kancing)
d) diberi kantong timbul di samping kiri dan kanan
e) memakai ikat pinggang, berwarna hitam
f) pada bagian ban celana dibuat tempat ikat pinggang
g) pada bagian depan celana memakai retsleting
4) Setangan leher:
a) dibuat dari bahan berwarna merah dan putih
b) berbentuk segitiga sama kaki
c) (1) sisi panjang 100 – 120 cm dengan sudut 90º
(2) panjang sisi setangan-leher dapat disesuaikan dengan tinggi badan pemakai
d) dikenakan dengan cincin (ring) setangan leher
e) dikenakan di bawah kerah baju
f) setangan leher dilipat sedemikian rupa sehingga warna merah putih tampak dengan jelas, dan pemakaian tampak rapih
g) cara melipat setangan leher sama dengan setangan leher Pramuka Siaga
5) Kaos kaki:
a) kaos kaki panjang (+ 5 cm dibawah lutut)
b) berwarna hitam
6) Sepatu:
a) model tertutup
b) warna hitam
c) bertumit rendah.
Contoh Pola Pakaian Seragam Harian Pramuka Penggalang putra.
ImageImage 


PUTRI 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pon Pes TPI Al Hidayah Plumbon Kec. Limpung Kab. Batang_Jawa Tengah

Sekitar tahun 1949, keadaan Desa Plumbon minim dengan tingkat religiusnya, pada saat itu Desa Plumbon rawan dengan berbagai tindak kemaksiatan dengan pola masyarakat yang radikal, sebagian besar mereka menganut paham Masyumi. Namun setelah anak muda yang bernama Sya’ir kembali dari perantauannya (1950), dengan melihat kondisi masyarakat yang memprihatinkan beliau merasa terpanggil untuk memperbaiki kondisi masyarakat Plumbon. Dengan bijak beliau dapat menarik simpati masyarakat dan akhirnya keberadaan beliau bisa diterima.

Contoh Sambutan Perpisahan perwakilan dari Adik Kelas

الـسَّـلَامُ عَـلَـيْـكُمْ وَرَحْـمَةُ اللهِ وبَـرَكَـاتُهُ الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَبِهِ نَسْتَعِبْنُ عَلَى عُمُوْرِالدُّ نْيَا وَالدِّيْن,  وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ.... Khadrotil Mukhtaromin kepada Para Alim Ulama’, Para Kyai, Para Ustadz Ustadzah Yang kami Mulyakan. Khususnya kepada Bapak KH. Abdul Manab Sya’ir. Yang terhormat Kepada Bapak Drs. H. Agus Musyafak selaku Ketua Yayasan Islam Al Syairiyah Plumbon,